Informasi Kegiatan dari Kamar Dagang dan Industri Sumatera Selatan
Kunjungan Kadin – Jetro ke Kadin Sumsel Kadin Indonesia dan JETRO bekerjasama berdasarkan MoU tahun 2005 dan tahun 2007 dalam rangka peningkatan kapasitas Kadin dalam menbangun layanan bisnis kepada anggota maupun pelaku usaha umumnya. Selama tahun 2009 lalu telah dilaksanakan Program Bimbingan Usaha Kadin-JETRO di beberapa daerah yang dinilai berhasil dan perlu dilanjutkan di daerah lainnya. Kunjungan Kadin-JETRO ke Kadin Sumsel pada 16 April 2010 diwakili oleh Ibu Yuri Sato, dan diterima oleh pengurus Kadin Sumsel. Maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk menawarkan kepada Kadin Sumsel agar dapat ikut serta dalam Program Pembimbing Usaha. Materi pelatihan meliputi hal-hal yang mendasar seperti manajemen, teknik pemasaran dan produksi. Dari pelatihan tersebut diharapkan Kadin Sumsel dapat menyediakan loket UMKM yang berfungsi sebagai tempat konsultasi bagi perusahaan. Kunjungan Dirut PT PUSRI ke Kadin Sumsel Kunjungan Direktur Utama PT PUSRI, Bapak Ir. Dadang Heru Kodri ke Kadin Sumsel diterima langsung oleh Ketua Umum Kadin Sumsel Bapak Ir. Ahmad Rizal beserta pengurus Kadin Sumsel lainnya. Kunjungan ini dimaksudkan untuk bersilaturahmi, selain itu juga untuk menyampaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT PUSRI saat ini. Oleh karena itu, PT PUSRI sangat membutuhkan dukungan dunia usaha (dalam hal ini Kadin Sumsel). Kepala BKPM Tunjuk Direktur Khusus Sumsel Keyakinan wajah Sumsel akan berubah tiga tahun ke depan, sepertinya bukan lagi suatu hal yang mustahil. Untuk percepatanpembangunan dan investasi di Sumsel, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Muhammad Lutfi menunjuk satu direktur khususuntuk Sumsel yang mengurus perizinan usaha. Hal itu dikatakan Muhammad Lutfipada acara temu investor di Horison hotel,Kamis (16/7) yang dihadiri Gubernur Susmel Ir H Alex Noerdin SH. Tentu saja, penunjukan satu pejabat direktur khusus untuk Sumsel ini sangat direspon Alex Noerdin, bahkan dinilainya sebagai tambahan "vitamin" untuk perkuatan dan percepatan pembangunan di Sumsel, khususnyapembangunan kawasan Pelabuhan dan Industri Tanjung Api-Api. "Sekarang bola dikita," kata Alex Noerdin. Alex Noerdin tidak mempersoalkan kedudukan direktur khusus Sumsel dari BKPM RI, apakah berkantor di Sumsel maupun di Jakarta. "Kalau dilihat dari gerakan kita, harusnyaBKPM menempatkan direkturnya di Palembang," katanya. Hanya saja mengingat perkembangan tehnologi, dimana jarak dan waktu tidak menjadi persoalan. "Kalautetap ditempatkan di Jakarta, tidak jadi soal. Kan bisa kirim via email," katanya. (Sriwijaya Post, 16 Juli 2009). |