Home
Profil
Anggota
Potensi Daerah
Peluang Investasi
Info Lelang
Info Kegiatan
Info SMS
Info Lain
Forum Diskusi Forum Info SMS Forum Internal Contact Us
BPEN Usung 3 Produk Ekspor
[ 26-05-2010 , 17:14:24]
Sumatera Ekspres 19 Mei 2010 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Kementerian Perdagangan RI berupaya meningkatkan kinerja ekspor nasional 2010 dengan menargetkan pertumbuhan ekspor non migas 7 hingga 8,5 persen. Tahun lalu, ekspor non migas secara nasional sebesar US$ 97,49 miliar, turun dibandingkan 2008 sebesar US$ 107,9 miliar. ”Kami lihat perkembangan ekspor non migas triwulan pertama ini menunjukan tren yang bagus karena membaiknya laju perekonomian dibandingkan tahun lalu yang terguncang krisis financial,” ungkap Ir Chandrini M Dewi, Kabag Program dan Kerja Sama Sekretaris BPEN, usai pembukaan Sosialisasi Program Pengembangan Ekspor BPEN 2010 di Hotel Swarna Dwipa, kemarin (18/5). Kata Dewi, nilai ekspor non migas Sumsel pada Februari 2010 mencapai US$ 193 ribu. Jumlah itu, naik dibandingkan Januari 2010 yang hanya US$ 70 ribu. Sedangkan dibandingkan periode Januari-Februari 2009, nilai ekspor non migas Sumsel tersebut meningkat 53,38 persen. ”Untuk komoditi ekspornya, masih didominasi karet, CPO dan batubara,” ujarnya. Menurut dia, komoditi tetap menjadi andalan ekspor, terutama karet. Untuk itu, BPEN mengusung program pengembangan ekspor dengan mengandalkan tiga kategori produk yang meliputi produk utama, potensial dan jasa potensial. ”Untuk produk utama mayoritas merupakan komoditi seperti karet, kopi, sawit, minyak, kakao, udang, TPT, alas kaki, elektronik, komponen kendaraan bermotor hingga furniture,” bebernya. Sementara produk potensial terdiri dari handicraft, medicinal herbs, essential oil, dan produk yang dimiliki daerah lainnya. Sedangkan produk jasa potensial menyangkut jasa konstruksi, teknologi informasi dan tenaga kerja. ”Kami coba wujudkan sinergi antara Pemda-Pemerintah Pusat untuk mendorong kinerja ekspor dan ikut bersaing di pasar global,” lanjutnya. Caranya, terang Dewi, melakukan promosi dengan tujuan membuka pasar baru atau meningkatkan market yang sudah ada. ”Makanya sosialisasi program pengembangan ekspor ini bukan hanya berlangsung di Kota Palembang saja, tapi juga di 7 kota lain seluruh Indonesia seperti Mataram, Tarakan dan Minahasa,” tukasnya. Sementara untuk negara tujuan ekspor, mulai bergeser. Kalau sebelumnya Jepang, USA dan Singapura, sejak 2009 beralih ke Cina dan India. Termasuk di Sumsel yang mayoritas mengirimkan produknya ke Cina. Bahkan menjadi negara tujuan tertinggi pada Februari lalu (lihat grafis). (mg29)