RADAR PALEMBANG, 19 Mei 2010
Banyaknya kantor bank yang berdiri di Palembang memacu persaingan ketat. Bank berlomba mendapatkan fresh money (dana pihak ketiga) dari masyarakat. Namun, kini perbankan mulai melirik melakukan ekspansi ke daerah.
PALEMBANG, RP – Salah satunya Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Palembang yang merencanakan akan membuka lima kantor bank berstatus cabang pembantu (CP). “Rencana ekspansi kantor bank terutama di luar Palembang tahun ini sangat banyak,” ungkap Marketing Manager BSM Palembang Kemas Erwan Husainy, kemarin (17/5).
Beberapa daerah yang dibidik yakni Kayu Agung, Sungai Lilin, Belitang, Muara Enim, dan Lahat. “Daerah sangat potensial karena potensi sumber daya yang ada di sana banyak. Baik perkebunan, pertanian hingga pertambangan. Makanya kami berniat membuka cabang di kabupaten di Sumsel,” ulasnya.
Saat ini BSM Cabang Palembang mempunyai sejumlah kantor cabang antara lain Cabang Utama di Jalan Jendral Sudirman, KCP (Kantor Cabang Pembantu) Patal, KCP 16 Ilir, KCP Km 5 serta KCP Radial.
Tak hanya BSM, BNI juga berencana menambah enam KLN (Kantor Layanan) wilayah Sumbagsel. Saat ini Kanwil BNI 03 Sumbagsel memiliki 54 KLN, 13 kantor cabang, dan 4 sentra kredit ditambah Unit Kredit Kecil (UKK). “Dua berada di Kota Palembang, sisanya wilayah Sumbagsel,” kata Pengelola Riset dan Pengembangan Bisnis BNI Kanwil 03 Palembang Aidil Firmansyah.
Saat ini BNI sedang melakukan kajian lokasi baru dari segi potensi dana dan kredit. “Karena masih tahap penjajakan, kami belum bisa menyebut lokasinya namun untuk daearah Lubuklinggau sangat potensial,” ujarnya.
Yang jelas, BNI tertarik melirik mal karena aktivitas transaksi masyarakat cukup tinggi, sehingga akses dan kebutuhan perbankan pun dipastikan tinggi. Sejauh ini KLN hanya melayani pembukaan rekening, setoran, atau tarikan dana belum memiliki wewenang memutus kredit. Tapi KLN pada intinya bisa menerima pengajukan kredit tidak bisa proses. Berkas dikirim ke kantor pusat untuk keputusan selanjutnya.
“Kami juga sedang melakukan kajian mana wilayah yang memiliki potensi dan peluang besar untuk kredit di bawah KLN setempat,” tegasnya. Pihaknya membuat peta daerah, guna melihat progres ke depan terkait bagaimana permintaan kredit.
Jika wilayah itu memiliki prospek, maka BNI akan meningkatkan status kelas KLN tersebut dengan memiliki wewenang untuk memutus kredit. Jumlah KLN yang mendapat wewenang ini disesuaikan dengan kebutuhan. Ada dua yang menjadi pilot project BNI yang baru mendapat wewenang memutus kredit yaitu BNI Cabang Kotabumi dan KLN Tanjung Enim.
Sebenarnya ada Unit Kredit Kecil (UKK) yang ditempatkan di BNI Cabang Kotabumi. Setelah cabang ini memiliki kewenangan memutus kredit maka UKK tersebut pun dilebur. “Kalau sudah ada UKK di KLN tersebut maka sifatnya kita lebur. Kami beri wewenang KLN langsung untuk memutus kredit,” lanjutnya.
Terpisah, Marketing Manager Bank Mandiri Kanwil 02 Palembang Kaharudin mengungkapkan tahun ini akan menambah sebanyak 24 unit mikro untuk seluruh Kanwil 02, terdiri dari enam provinsi sehingga bisa menjangkau daerah terjauh dari kantor bank seperti Betung dan lainnya. (dav)